PENGERTIAN DISORGANISASI


  • Pengertian disorganisasi sosial itu apa sih ?
  • Apa yang dimaksud dengan disorganisasi sosial ?
  • Apa itu disorganisasi keluarga ? Apa arti disorganisasi ?
  • Apa pengertian disorganisasi dalam sosiologi ?
  • Apa pengertian disorganisasi keluarga ?

Pengertian Disorganisasi


Pengertian Disorganisasi Menurut Para Ahli :

Pengertian disorganisasi adalah suatu kondisi tanpa aturan, kacau dan tercerai-berai dikarenakan adanya perubahaan pada lembaga sosial tertentu. Dimana tidak adanya lagi keserasian pada bagian-bagian dari suatu keutuhan organisasi.

Pengertian disorganisasi sosial adalah suatu proses berpudarnya nilai dan norma di dalam masyarakat karena perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga sosial kemasyarakatan.

Mengapa disorganisasi bisa terjadi ? Disorganisasi bisa terjadi karena adanya masalah-masalah sosial yang menyebabkan keretakan suatu hubungan. Hubungan ini tidak hanya mencakup hubungan sosial saja tetapi juga mencakup hal ekonomi, politik, maupun sosial budaya akibat melemahnya nilai-nilai sosial.

  1. Faktor Politik

Hubungan antar kelompok yang semula hidup rukun dan damai suatu saat bisa berubah menjadi penuh konflik ketika di dalamnya diberi muatan politik. Contoh konkritnya adalah pada saat terjadi pemilu, baik itu pemilu dalam memilih kepala desa, walikota maupun bupati. Sering terjadi konflik di masyarakat karena masalah ini, baik antara individu dengan individu, maupun kelompok dengan kelompok disebabkan karena mereka memiliki pandangan yang berbeda mengenai calon yang mereka pilih.

  1. Faktor Ekonomi

Dari segi ekonomi, kesenjangan kelas ekonomi dan status sosial di antara kelompok masyarakat bisa menyebabkan permusuhan atau antipati yang memicu terjadinya disorganisasi. Inilah yang kemudian disebut disorganisasi sosial. Tidak hanya dalam kelompok sosial, disorganisasi jenis ini pun ada yang terjadi dalam satu keluarga (antara anggota keluarganya sendiri). Misalnya pada proses pembagian harta warisan keluarga di mana salah satu anggota keluarga ada yang merasa tidak adil dalam pembagiannya.

  1. Faktor Sosial Budaya

Yang dimaksud faktor sosial budaya di sini adalah adanya ikatan primordialisme antara kelompok satu dengan yang lainnya atas dasar solidaritas etnis, ras, kelas, dan perbedaan budaya. Yang dimaksud primordialisme adalah perasaan kesukuan yang berlebihan dalam kelompok masyarakat sehingga tak jarang menimbulkan perpecahan.

Disorganisasi juga bisa terjadi karena adanya keretakan dalam organisasi-organisasi masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah karena adanya pembagian kerja dalam suatu organisasi yang pada akhirnya menyebabkan pembatasan oleh bidang keahlian yang dikuasai.

Pengertian disorganisasi keluarga adalah hilang dan retaknya suasana keharmonisan dan kehangatan keluarga yang berimbas pada berkurangnya interaksi dan kontrol sosial. (Mayor Polak:1985)

Apa yang menyebabkan disorganisasi keluarga & contoh disorganisasi keluarga dalam masyarakat ? Faktor penyebab disorganisasi keluarga adalah sebagai berikut :

  • Meninggalnya pasangan hidup suami atau isteri. Contoh : Suami yang merupakan tulang punggung keluarga satu-satunya meninggal karena kecelakaan. Istrinya yang menganggur dan 3 orang anak kecil yang ditinggalkannya pasti akan mengalami krisis dan sangat terpukul untuk menjalani hidup.
  • Pelarian. Contoh : lelaki yang meninggalkan istrinya begitu saja. Hal ini akan memicu stress dan hancurnya pondasi keluarga.
  • Perpisahan. Perpisahan ini pada umumnya mendahului dari perceraian yang resmi. Perpisahan berbeda dengan pelarian.
  • Pasangan yang tidak sah secara hukum agama. Contohnya kawin lari, kawin kontrak dsb.
  • Hiperorganisasi Keluarga. Pada umumnya dipicu oleh dominisi suami atau istri secara sepihak.
  • Perceraian.

Itulah penjelasan tentang pengertian disorganisasi serta contoh disorganisasi keluarga yang terjadi pada masa sekarang. Semoga artikel pengertian disorganisasi sosial & contoh disorganisasi dalam keluarga ini bisa bermanfaat bagi teman-teman semua. Baca juga pengertian akselerasi 🙂