PENGERTIAN TEKNIK PURPOSIVE SAMPLING MENURUT PARA AHLI


  • Pengertian teknik purposive sampling itu apa sih ?
  • Apa yang dimaksud dengan teknik purposive sampling ?
  • Apa itu teknik purposive sampling ?
  • Apa arti teknik purposive sampling dalam penelitian kualitatif ?
  • Apa contoh pengertian purposive sampling menurut para ahli ?

Pengertian Teknik Purposive Sampling


Pengertian Teknik Purposive Sampling Menurut Para Ahli :

Pengertian purposive sampling  menurut Sugiyono 2010 adalah teknik untuk menentukan sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif.

Pengertian purposive sampling menurut notoatmodjo adalah pengambilan sampel yang berdasarkan atas suatu pertimbangan tertentu seperti sifat-sifat populasi ataupun ciri-ciri yang sudah diketahui sebelumnya (Notoadmodja:2010)

Pengertian teknik purposive sampling adalah metode penetapan sampel dengan memilih beberapa sampel tertentu yang dinilai sesuai dengan tujuan atau masalah penelitian dalam sebuah populasi. (Nursalam:2008)

Pengertian teknik purposive sampling menurut arikunto adalah teknik mengambil sampel dengan tidak berdasarkan random, daerah atau strata, melainkan berdasarkan atas adanya pertimbangan yang berfokus pada tujuan tertentu. (Arikunto:2006).

Dapat disimpulkan bahwa pengertian teknik purpose sampling adalah teknik mengambil sampel yang dilakukan secara sengaja dan telah sesuai dengan semua persyaratan sampel yang akan diperlukan.

Teknik purposive sampling pada dasarnya dilakukan sebagai sebuah teknik yang secara sengaja mengambil sampel tertentu yang telah sesuai dan memenuhi segala persyaratan yang dibutuhkan yang meliputi: sifat-sifat, karakteristik, ciri, dan kriteria sampel tertentu, di mana dalam hal ini pengambilan sample juga harus mencerminkan populasi dari sample itu sendiri. Sebuah sampel yang tidak memenuhi kriteria yang telah ditentukan, akan berdampak tidak baik pada hasil penelitian yang akan dilakukan karena di dalam sebuah penelitian akan selalu dibutuhkan sebuah / sesuatu yang merupakan cerminan utuh dari sebuah populasi yang akan diteliti.

Pada dasarnya ada banyak batasan yang akan menghalangi para peneliti untuk bisa mengambil sampel secara random (acak) di dalam setiap penelitian yang akan mereka lakukan, sehingga seringkali ditemukan kasus di mana penggunaan random sampling (sampel acak) justru akan menyulitkan peneliti tersebut di dalam melakukan penelitiannya dan menentukan hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut. Dengan melihat hal tersebut maka penggunaan purposive sampling diharapkan bisa menghasilkan kriteria sampel yang benar-benar sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan.

Beberapa poin di bawah ini adalah syarat yang dibutuhkan dalam menentukan sampel di dalam purposive sampling:

  • Penentuan karakteristik populasi yang akan diambil, harus dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan yang dapat dipercaya.
  • Pengambilan sampel harus didasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat, atau karakteristik tertentu, di mana semua hal tersebut adalah merupakan ciri-ciri pokok populasi dari sampel yang akan diambil.
  • Subjek yang akan digunakan sebagai sampel, harus benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi keseluruhan sampel tersebut.

Pada saat memilih sampel berdasarkan teknik purposive sampling, maka peneliti harus benar-benar memenuhi semua kriteria yang telah ditentukan, di mana hal ini akan sangat berpengaruh terhadap hasil akhir dari penelitian yang dilakukan tersebut.


Itulah beberapa contoh pengertian metode purposive sampling menurut para ahli. Semoga teman-teman bisa memahami pengertian teknik purposive sampling menurut para ahli secara umum ya ! Baca juga pengertian officer development program (odp) 🙂