PENGERTIAN UNSUR HARA


  • Pengertian unsur hara itu apa sih ?
  • Apa yang dimaksud dengan unsur hara makro dan mikro ?
  • Apa itu unsur hara ? Apa arti kata unsur hara ?
  • Apa pengertian unsur hara esensial dan non esensial ?
  • Apa contoh unsur hara makro dan mikro ?

Pengertian Unsur Hara Makro dan Mikro


Pengertian Unsur Hara Menurut Para Ahli :


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, unsur hara adalah zat yang diperlukan hewan atau tumbuhan untuk pembentukan jaringan, pertumbuhan, dan kegiatan hidup lainnya. Unsur hara bisa bersifat organik (berasal dari mahluk hidup) maupun anorganik (benda tak hidup, elemen dari air, asam, gas dan mineral). Meski demikian, unsur hara lebih sering kita temui dalam pembahasan yang berhubungan dengan tanaman.

Bagi tanaman, unsur hara adalah senyawa anorganik (kimia) di dalam tanah yang sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuhkembangnya. Setiap tanaman memerlukan paling sedikit 16 unsur hara penting, yang berdasarkan tingkat kebutuhannya dapat di golongkan menjadi 2 yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro

Pengertian unsur hara makro adalah unsur hara yang perlukan tanaman dalam jumlah yang lumayan banyak (makro), yaitu Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Nitrogen (N), Phospor (P), dan Sulfur atau Belerang (S).

Sedangkan pengertian unsur hara mikro adalah adalah zat yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah kecil (mikro), yaitu Seng (Zn), Besi (Fe), Borium (B), Chlor (Cl), Mangan (Mn), Molibdenum (Mo), dan Tembaga (Cu).

Ketiga belas unsur hara tersebut diambil dari dalam tanah, sedangkan 3 unsur lagi yaitu Karbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O) diambil dari udara dalam bentuk Karbondioksida (CO2) dan dari dalam tanah dalam bentuk air (H2O).

Kebutuhan tanaman akan unsur hara di atas adalah mutlak, tidak dapat digantikan oleh unsur lain. Kekurangan atau ketiadaan unsur hara bisa menyebabkan terganggunya pertumbuhan tanaman, gejala-gejala kekurangan dan produksi yang menurun.

Pengertian unsur hara esensial adalah unsur hara yang perannya tidak dapat digantian oleh unsur yang lain. Jika kekurangan unsur ini maka tanaman akan tumbuh dengan tidak normal. Contoh unsur hara esensial adalah : Fosfor (P), Nitrogen (N), Kalium (K), Magnesium (Mg), Belerang (S), Kalsium (Ca),  Besi (Fe), Karbon (C), Hidrogen (H), Molibdenum (Mo), Tembaga/cuprum (Cu), Boron (B), Seng (Zn), Oksigen (O), Mangan (Mn),  dan Klor (Cl).

Pengertian unsur hara non esensial adalah unsur hara yang mempunyai peran yang relatif kecil terhadap pertumbuhan tanaman. Perannya dapat tergantikan oleh unsur hara yang lainnya. Contoh unsur hara non esensial adalaj Na, J, Va, Si, Co, Br, dan F.

Berikut manfaat singkat dari unsur hara terhadap tanaman:

  1. Nitrogen: Merangsang pertumbuhan tanaman dan tumbuhnya anakan.
  2. Phospor: Memacu pertumbuhan akar, mempercepat pembungaan dan pemasakan buah.
  3. Kalium: Memperlancar fotosintesis, meningkatkan ketahanan terhadap hama.
  4. Magnesium: Bahan penyusun klorofil (zat hijau daun), menaikkan kadar minyak pada tanaman penghasil minyak.
  5. Belerang: Menambah kandungan protein dan vitamin.
  6. Besi: Pembentukan klorofil
  7. Mangan: Bahan penyusun klorofil, merangsang perkecambahan dan pemasakan buah
  8. Tembaga dan Seng: Penting dalam pengaturan sistem enzim tanaman dan pembentukan klorofil
  9. Borium: Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil sayur dan buah-buahan
  10. Molibdenium: Unsur penting dalam fiksasi Nitrogen
  11. Chlor: Meningkatkan kuantitas dan kualitas tanaman

Itulah penjelasan tentang perbedaan unsur hara makro dan mikro. Nah semoga teman-teman bisa memahami pengertian unsur hara makro dan mikro secara umum ya ! Baca juga pengertian PM dan AM pada jam 🙂